PT. ORBIT KARUNIA ABADI

Lebih dari 3 juta ton limbah bangunan dan penghancuran gedung diproduksi setiap tahunnya di Australia Barat. Dan kira-kira 2 juta ton di antaranya berhasil didaur ulang.

Di pinggiran kota Perth, Bayswater, limbah bangunan ini dibawa ke tempat pembuangan limbah jenis ini dari berbagai kawasan di kota tersebut.

Bahan bangunan tersebut kemudian disortir untuk digunakan kembali di Instant Waste Management, sebuah pabrik daur ulang terbesar dari jenisnya di negara bagian tersebut.

“Karena konstruksi bata ganda yang kami gunakan di Australia Barat, ada banyak beton dan agregat berat lainnya di pusat pemrosesan limbah yang kami proses,” ungkap Jake Hickey, Manajer Pengembangan Sumber Daya, Negara Bagian Australia Barat.

Tapi di luar penampilannya, limbah yang dituangkan ke tempat pemrosesan dari hasil pembongkaran bangunan lama dan bangunan baru ini cukup mudah untuk didaur ulang.

Bangunan baru, renovasi dan penghancuran bangunan seluruhnya menghasilkan limbah dalam jumlah besar yang dapat didaur ulang. (Flickr: @eszterke2009)

“Kami menggunakan papan pensortir ber-kamera untuk menyortir puing-puing berdasarkan ukuran dan berat, magnet raksasa untuk mengeluarkan logam, tangki pengapungan untuk membuang kayu, dan pisau udara raksasa untuk mengeluarkan kertas dan kardus,” kata Hickey.

“Puing berjenis logam akan dikirim kembali ke China dan diolah kembali menjadi penguat untuk struktur beton.”

“Beton dan batu bata itu dihancurkan untuk dijadikan material dasar atau alas jalan yang bisa kita gunakan untuk pembangunan jalan-jalan oleh pemerintah lokal.”

Permintaan dari pihak pembangun dan pengembang untuk mengirimkan puing-puing mereka ke pabrik pengolahan ini agar bisa digunakan kembali sebenarnya lebih besar daripada yang mampu mereka proses.

“Ada infrastruktur terbatas di Australia Barat,” kata Hickey.

“Beberapa pemerintah daerah tidak menginginkan fasilitas daur ulang di daerah mereka, yang lain sangat senang memilikinya.”

Lebih murah mendaur ulangDan alasan permintaan yang sangat tinggi itu adalah karena adanya retribusi tempat pembuangan akhir (TPA) dari Pemerintah Negara Bagian yang diperkenalkan pada tahun 2007.

Biaya pungutan TPA itu sebesar $50 atau hampir Rp 500.000 per ton untuk mengirimkan limbah bangunan ke tempat pembuangan akhir, dan pada bulan Juli 2018 harganya akan mencapai $ 70 atau Rp 700 ribu per ton.

“Sebelum aturan mengenai retribusi TPA ini diberlakukan … lebih murah untuk mengirimnya ke TPA,” kata Hickey.

“Sekarang lebih murah untuk didaur ulang.”

Wajib gunakan material daur ulangJadi, lain kali Anda berkendara di jalan-jalan di pinggiran Kota Perth, ingatlah anda bisa jadi mengoperasikan kendaraan anda diatas puing-puing rumah atau bangunan yang sudah dihancurkan.

Puing bangunan bisa dihaluskan dan digunakan kembali sebagai alas atau dasar jalan. (ABC: Eloise Fuss)

Bangunan Taj On Swan yang terkenal di Peppermint Grove — sebuah rumah megah yang dibangun setengah jadi dan terlantar selama bertahun-tahun sebelum dihancurkan secara paksa oleh dewan setempat telah dihancurkan dan dijadikan dasar jalan.

Instant Waste Management memasok puing-puing itu ke pemerintah daerah untuk digunakan sebagai dasar atau alas jalan yang diratakan di bawah aspal untuk jalan-jalan kecil.

Tapi material ini tidak digunakan untuk membangun jalan raya atau peningkatan jalan raya di negara bagian Australia Barat.

Hickey mengatakan dirinya ingin melihat pemerintah negara bagian mewajibkan proyek-proyek infrastruktur utama menggunakan material daur ulang.

“Salah satu batu sandungan utama yang kami hadapi adalah tidak banyaknya serapan dari Main Roads kontraktor resmi pemerintah WA yang melaksanakan pembangunan jalan — untuk menjadikan material daur ulang kita sebagai basis proyek jalan mereka,” katanya.

“Saya pikir ada sedikit keengganan.”

“Di Victoria, jika Anda membangun dan menghabiskan jutaan untuk pembangunan jalan, ada persyaratan untuk memiliki persentase bahan daur ulang sesuai dengan nilai kontrak Anda.”
“Sayangnya hal seperti itu tidak terjadi di Australia Barat.”

 

sumber: https://news.detik.com/australia-plus-abc/d-3510214/melihat-daur-ulang-limbah-bangunan-di-australia-barat?_ga=2.257006155.1779704474.1496719945-1474477068.1489030485

1 thought on “Melihat Daur Ulang Limbah Bangunan di Australia Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *